LP CA NASOFARING PDF

Metrics details. We aimed to compare and evaluate these two editions of staging system for NPC in patients treated with intensity-modulated radiotherapy. A total of patients with biopsy-proven, non-metastatic NPC treated with IMRT between and at two institutions were retrospectively assessed. All patients were assessed by magnetic resonance imaging and restaged according to the 7th and 8th editions. The Cox proportional hazards model was also used to calculate the hazard ratio HR.

Author:Nishicage Tushura
Country:Slovenia
Language:English (Spanish)
Genre:Personal Growth
Published (Last):18 November 2016
Pages:98
PDF File Size:18.85 Mb
ePub File Size:9.36 Mb
ISBN:331-4-78092-814-5
Downloads:79832
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tojajas



Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Penanggulangan karsinoma nasofaring sampai saat ini masih merupakan suatu masalah, hal ini karena etiologi yang masih belum pasti, gejala dini yang tidak khas serta letak nasofaring yang tersembunyi, dan tidak mudah diperiksa oleh mereka yang bukan ahli sehingga diagnosis sering terlambat, dengan ditemukannya metastasis pada leher sebagai gejala pertama.

Dengan makin terlambatnya diagnosis maka prognosis angka bertahan hidup 5 tahun semakin buruk. Dengan melihat hal tersebut, diharapkan tenaga kesehatan khususnya perawat dapat berperan dalam pencegahan, deteksi diri, terapi maupun rehabilitasi dari karsinoma nasofaring ini.

Penulis berusaha untuk menuliskan aspek-aspek yang dirasakan perlu untuk dipahami melalui tinjauan pustaka dalam referat ini dan diharapkan dapat bermanfaat. Definisi karsinoma nasofaring Karsinoma adalah pertumbuhan baru yang ganas terdiri dari sel-sel ephitalial yang cenderung menginfiltrasi jaringan sekitarnya dan menimbulkan metastasis Mangan, Nasofaring adalah suatu rongga dengan dinding kuku di atas, belakang dan lateral yang anatomi termasuk bagian faring Pearce, Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas yang tumbuh pada ephitalial pelapis ruangan dibelakang hidung nasofaring dan belakang langit-langit rongga mulut dengan predileksi di fossa Rossenmuller dan atap nasofaring.

Karsinoma nasofaring merupakan tumor ganas daerah kepala dan leher yang terbanyak dit emukan di Indonesia. Karsinoma Nasofaring sebagian besar adalah tipe epidermoid dengan potensi invasi ke dasar tulang tengkorang yang menyebabkan neuropati kranial Lucente, Pada banyak klien, karsinoma nasofaring banyak terdapat pada ras monggoloid yaitu penduduk Cina bagian selatan, Hongkong, Thailand, Malaysia, dan Indonesia juga di daerah India.

Ras kulit putih jarang ditemui terkena kanker jenis ini. Selain itu kanker nasofaring juga merupakan jenis kanker yang ditemukan secara genetik Mangan, Etiologi karsinoma nasofaring Kanker ini lebih sering ditemukan pada pria dibanding wanita dengan rasio dan apa sebabnya belum dapat diungkapkan dengan pasti, mungkin ada hubugannya dengan faktor genetic, kebebasan hidup, pekerjaan dan lain-lain.

Distribusi umur pasien dengan KNF berbeda-beda pada daerah dengan insiden yang bervariasi. Faktor yang mungkin terkait dengan timbulnya kanker nasofaring adalah Mangan, : 1. Kerentanan Genetik Walaupun Ca Nasofaring tidak termasuk tumor genetik, tetapi kerentanan terhadap Ca Nasofaring pada kelompok masyarakat tertentu relatif menonjol dan memiliki fenomena agregasi familial. Penelitian menunjukkan bahwa kromosom pasien Ca Nasofaring menunjukkan ketidakstabilan, sehingga lebih rentan terhadap serangan berbagai faktor berbahaya dari lingkungan dan timbul penyakit.

Selain Selain itu titer antibodi dapat menurun secara bertahap sesuai pulihnya kondisi pasien dan kembali meningkat bila penyakitnya rekuren atau memburuk. Epitel nasofaring di luar tubuh bila diinfeksi dengan galur sel mengandung virus EB, ditemukan epitel yang terinfeksi tersebut tumbuh lebih cepat , gambaran pembelahan inti juga banyak. Dilaporkan virus virus EB di bawah bawah pengaruh pengaruh zat karsinogen karsinogen tertentu dapat dapat menimbulkan menimbulkan karsinoma tak berdiferensiasi pada jaringan mukosa nasofaring fetus manusia.

Virus Epstein Barr dengan ikan asin dikatakan sebagai penyebab utama timbulnya penyakit ini. Virus ini dapat masuk dalam tubuh dan tetap tinggal disana tanpa menyebabkan suatu kelainan dalam jangka waktu yang lama. Untuk mengaktifkan virus ini dibutuhkan suatu mediator kebiasaan untuk mengkonsumsi ikan asin secara terus menerus mulai dari masa kanak-kanak. Mediator yang berpengaruh untuk timbulnya Ca Nasofaring : 1. Ikan asin, makanan yang diawetkan diawetkan dan nitrosamine.

Keadaan social ekonomi yang rendah, lingkungan dan kebiasaan hidup. Sering kontak dengan dengan Zat karsinogen karsinogen benzopyrenen, benzopyrenen, benzoantrance, benzoantrance, gas kimia, asap industri, asap k ayu, beberapa ekstrak tumbuhan. Ras dan dan keturunan keturunan Malaysia, Malaysia, Indonesia Indonesia 5. Radang kronis nasofaring 6. Faktor Lingkungan Zulkarnain Haq, Faktor lingkungan juga berperan penting.

Penelitian akhir-akhir ini menemukan zat berikut berkaitan dengan timbulnya Ca Nasofaring : 1. Hidrokarbon aromatik, aromatik , pada keluarga di area insiden tinggi kanker nasofaring , kandungan 3,4- benzpiren dalam tiap gram debu asap mencapai 16,83 ug, jelas lebih tinggi dari keluarga di area insiden rendah.

Unsur renik : nikel sulfat dapat dapat memacu efek karsinognesis karsinognesis pada proses timbulnya timbulnya kanker nasofaring. Golongan nitrosamin nitrosamin : banyak terdapat terdapat pada pengawet pengawet ikan asin.

Terkait dengan dengan kebiasaan makan ikan asin waktu kecil, di dalam air seninya terdeteksi nitrosamin volatil yang berefek mutagenik. Adenocystic carcinoma Menurut bentuk dan cara tumbuh 1.

Ulseratif 2. Eksofilik : Tumbuh Tumbuh keluar keluar seperti seperti polip polip 3. Anatomi fisiologi nasofaring Nasofaring merupakan rongga dengan dinding kaku di atas, belakang dan lateral, terletak di bawah dasar tengkorak, belakang naris posterior, dan di atas palatum mole Pearce, Superior : Basis krani, diliputi oleh mukosa dan fascia b. Inferior : Bidang horizontal horizontal yang ditarik dari palatum durum ke posterior, bersifat subjektif karena tergantung dari palatum durum c.

Anterior : Choane, oleh os vomer dibagi atas choane kanan dan kiri d. Posterior : vertebra servicalis I dan II, Fascia space rongga yang berisi jaring longgar, Mukosa lanjutan dari mukosa atas e. Lateral : Mukosa lanjutan dari mukosa atas dan belakang, Muara tuba eustachii, Fossa rosenmulleri Pada dinding lateral nasofaring lebih kurang 1,5 inci dari bagian belakang konka nasal inferior terdapat muara tuba eustachius.

Pada bagian belakang atas muara tuba eustachius terdapat penonjolan tulang yang disebut torus tubarus dan dibelakannya terdapat suatu lekukan dari fossa Rosenmuller dan tepat diujung atas posteriornya terletak foramen laserum. Pada daerah fossa ini sering terjadi pertumbuhan jaringan limfe yang menyempitkan muara tuba eustachius sehingga mengganggu ventilasi udara telinga tengah Anas, Dinding lateral nasofaring merupakan bagian terpenting, dibentuk oleh lamina faringobasilaris dari fasia faringeal dan otot konstriktor faring superior.

Fasia ini mengandung jaringan fibrokartilago yang menutupi foramen ovale, foramen jugularis, kanalis karotis dan kanalis hipoglossus. Struktur ini penting diketahui karena merupakan tempat penyebaran tumor ke intrakranial Pratiwi, Pratiwi, Nasofaring berbentuk kerucut dan selalu terbuka pada waktu respirasi karena dindingnya dari tulang, kecuali dasarnya yang dibentuk oleh palatum molle. Nasofaring akan tertutup bila palatum molle melekat ke dinding dindi ng posterior pada waktu menelan, muntah, mengucapkan kata-kata tertentu Pratiwi, Ostium Faringeum tuba auditiva muara dari tuba auditiva 2.

Torus tubarius, tubarius , penonjolan di atas ostium faringeum tuba auditiva yang disebabkan karena cartilago tuba auditiva 3. Torus levatorius, levatorius, penonjolan penonjolan di bawah ostium ostium faringeum yang disebabkan disebabkan karena karena musculus levator veli palatini 4. Plica salpingopalatina. Lipatan di depan torus tubarius 5.

Plica salpingopharingea, salpingophar ingea, lipatan di belakang torus tubarius, merupakan penonjolan dari musculus salpingopharingeus yang berfungsi untuk membuka ostium faringeum tuba auditiva terutama ketika menguap atau menelan 6.

Recessus Pharingeus disebut juga juga fossa rossenmuller. Merupakan Merupakan tempat predileksi Karsinoma Nasofaring 7. Tonsila Pharingea, dibentuk oleh jaringan limfoid yang terbenam di dinding posterior nasopharing. Disebut adenoid jika ada pembesaran.

Sedangkan jika ada inflamasi disebut adenoiditis 8. Tonsila tuba, terdapat pada recessus pharingeus 9. Isthmus pharinggeus merupakan suatu penyempitan di antara nasopharing dan oropharing karena musculus sphincterpalatopharing sphincterpalatopharing Musculus constrictor constrictor pharingeus dengan origo yang bernama bernama raffae pharingei Fungsi nasofaring nasofaring - Sebagai jalan udara pada respirasi - Jalan udara ke tuba eustachii - Resonator - Sebagai drainage sinus paranasal kavum timpani dan hidung 2.

Tanda dan gejala karsinoma nasofaring Karsinoma nasofaring biasanya dijumpai pada dinding lateral dari nasofaring termasuk fossa rosenmuler. Yang kemudian dapat menyebar ke dalam ataupun keluar nasofaring ke sisi lateral lainnya dan atau posterosuperior posterosuperior dari dasar tulang tengkorok atau palatum, rongga hidung atau orofaring. Metastase khususnya ke kelenjar getah bening servikal. Metastase jauh dapat mengenai tulang, paru-paru, mediastinum dan hati jarang.

Gejala yang akan timbul tergantung pada daerah yang terkena. Pembesaran dari kelenjar getah bening leher atas yang nyeri merupakan gejala yang paling sering dijumpai. Gejala dini karsinoma nasofaring sulit dikenali oleh karena mirip dengan saluran nafas atas Lucente, Pada Karsinoma nasofaring, paresis fasialis jarang menjadi manifestasi awal.

Karena lokasinya, karsinoma nasofaring menimbulkan sindrom penyumbatan tuba dengan tuli konduktif sebagai keluhan. Perluasan infiltratif karsinoma nasofaring berikutnya membangkitkan perdarahan dan penyumbatan jalan lintasan napas melalui hidung.

Setelah itu, pada tahap berikutnya dapat timbul gangguan menelan dan kelumpuhan otot mata luar paralisis okular Muttaqin, Gejala Hidung - Epiktasis Epiktas is : rapuhnya mukosa hidung sehingga mudah terjadi perdarahan - Sumbatan Hidung : sumbatan menetap karena pertumbuhan pertumbuha n tumor kedalam rongga nasofaring dan menutupi koana, gejalanya adalah pilek kronis, ingus kental, gangguan penciuman 2.

Gejala Mata - Pada penderita KNF seringkali ditemukan adanya diplopia penglihatan penglihat an ganda akibat perkembangan tumor melalui foramen laseratum dan menimbulkan gangguan N. IV dan N. Bila terkena chiasma opticus akan menimbulkan kebutaan 4. Gejala Lanjut - Limfadenopati servikal : melalui pembuluh limfe, sel-sel kanker dapt mencapai kelenjar limfe dan bertahan disana. Dalam kelenjar ini sel tumbuh dan berkembang biak hingga kelenjar membesar dan tampak benjola di leher bagian samping, lama-kelamaan karena tidak dirasakan kelenjar akan berkembang dan melekat pada otot sehingga sulit digerakkan 5.

Gejala Kranial Gejala Kranial terjadi bila tumor sudah meluas ke otak dan mencapai saraf-saraf kranialis. Gelajanya antara lain : - Sakit kepala yang terus menerus, rasa sakit ini merupakan metastase secara hematogen - Sensitibilitas Sensitibilit as derah pipi dan hidung berkurang - Kerusakan pada waktu menelan - Afoni - Sindrom Jugular Jackson atau sindrom reptroparotidean mengenai N.

IX, N. XI, N. Dengan tanda-tanda kelumpuhan pada Lidah, Lidah, palatum, Faring atau laring, M. Sternocleidomastoideus, Sternocleidomastoideus, dan M. Trapezeus 2. Patofisiologi karsinoma nasofaring Sel-sel epitel ganas nasofaring adalah sel poligonal besar dengan komposisi syncytial.

Sel-sel tidak menunjukkan parakeratosis atau kornifikasi dan sering bercampur dengan sel-sel limfoid di nasofaring, sehingga dikenal sebagai lymphoepithelioma. Sudah hampir dipastikan ca nasofaring disebabkan oleh virus eipstein barr. Hal ini dapat dibuktikan dengan dijumpai adanya protein-protein laten pada penderita ca. Sel yang terinfeksi oleh EBV akan menghasilkan protin tertentu yang berfungsi untuk proses proliferasi dan mempertahankan kelangsungan virus di dalam sel host.

ASUS A7S333 MANUAL PDF

TOP RESULTS

Thank you for interesting in our services. We are a non-profit group that run this website to share documents. We need your help to maintenance this website. Please help us to share our service with your friends. Share Embed Donate. Penanggulangan karsinoma nasofaring sampai saat ini masih merupakan suatu masalah, hal ini karena etiologi yang masih belum pasti, gejala dini yang tidak khas serta letak nasofaring yang tersembunyi, dan tidak mudah diperiksa oleh mereka yang bukan ahli sehingga diagnosis sering terlambat, dengan ditemukannya metastasis pada leher sebagai gejala pertama. Dengan makin terlambatnya diagnosis maka prognosis angka bertahan hidup 5 tahun semakin buruk.

HP L7680 SCAN TO PDF

LP CA Nasofaring

Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia;. NPC is endemic in certain regions of the world, especially in Southeast Asia, and has a poor prognosis. In Indonesia, the recorded mean prevalence is 6. Here, we report on a group of NPC patients diagnosed and treated at Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta, Indonesia between and

CONQUISTE A UN ENEMIGO LLAMADO PROMEDIO PDF

Nasopharyngeal carcinoma in Indonesia: epidemiology, incidence, signs, and symptoms at presentation

.

L298HN PDF

Nasopharyngeal carcinoma: A review of current updates

.

Related Articles